Friday, 17 May 2013

IMAN











Berdekad kunanti cambahmu
di jalanan batas jiwa
namun
aku masih menjadi pengail
yang mengayuh kolek dendam
dengan pendayung khianat
ke lubuk durjana
memancing taulan dengan cacing berbisa
aku masih menjadi petani
yang menggali lubang fitnah
menanam pohon benci dalam diri
akhirnya berbuah kelat dengan cemburu
akukah yang bersalah
menyemai benih
di tanah gersang
dan menanti
tanpa menyedari
kekontangannya?


~Akma Mohamad
  "Erti Kedewasaan"