Assalamualaikum dan salam sejahtera... Blog ini cuba menghimpunkan koleksi puisi/sajak/mutiara kata/kata-kata hikmah/artikel yang dikumpulkan lewat pembacaan saya menerusi buku/majalah/akhbar dll. BUKAN semua yang tersiar adalah karya pemilik blog. Justeru kandungan blog ini hanyalah refleksi minat saya yang mendalam terhadap bahasa dan kesusasteraan. Terima kasih kepada semua pengkarya dan medium yang terlibat. All rights reserved to their respective owners.
Sunday, 10 February 2013
SAJAK CINTA DI KUALA LUMPUR
Kutulis sajak ini
Ketika hujan berderai
Kupilih saat sunyi
Waktu angin membelai
Berat kabus di bumbung menara
Renyai gerimis di kelopak mata:
Seketika sukmaku membayang
Desa sayup berbalam
Masihkah ke sawah
Wargamu yang ramah
Masihkah ke segara
Wargamu yang perkasa.
Segalanya kini
Berhimpun kembali
Di gua ingatan
Segalanya kini
Berkumpul kembali
Di padang kenangan.
Angin bagai menyusur aspal
Menyusup ke jendela
Dan singgah di hati
Di sini kehidupan keras
Arus peradaban deras
Kita berlari bagai pemburu lelah
Mengejar hari
Memintas waktu
Penentu berdiri atau rebah.
Di sini kehidupan lakarnya bersilang
Gamatnya menggugah akur
Perlumbaan menyentak jiwa luhur
Dan kita bak petualang
Di tengah perebutan
Seakan tanpa kasihan.
Desaku
Aku selamanya memilih caramu
Kau taman bertatah permata
Desaku
Masih aku menyayangi budayamu
Kau beranda berpagar cinta
Tanpa membenci kota ini
Kutuliskan sajak
Benarlah, rinduku sarat dan meronta.
~Selina S.F Lee
UPM, Serdang
1992.
Sumber: Buku 'Bagai Layang-layang' (Antologi Puisi).
