Assalamualaikum dan salam sejahtera... Blog ini cuba menghimpunkan koleksi puisi/sajak/mutiara kata/kata-kata hikmah/artikel yang dikumpulkan lewat pembacaan saya menerusi buku/majalah/akhbar dll. BUKAN semua yang tersiar adalah karya pemilik blog. Justeru kandungan blog ini hanyalah refleksi minat saya yang mendalam terhadap bahasa dan kesusasteraan. Terima kasih kepada semua pengkarya dan medium yang terlibat. All rights reserved to their respective owners.
Monday, 19 November 2012
PANTUN BERKASIH (2)
Pohon sawa di tanah pamah,
Buah dikait bergunting besi,
Mari bertakwa di bawah KALIMAH,
Biar syahid digamit Firdausi.
Duduk berapat puteri ratu,
Menyusun melati indahnya nyata,
Kalau tak dapat bulan yang satu,
Bintang menanti berjuta-juta.
Rajawali lelayang merbah merpati,
Juga kedidi balam berterbangan,
Sekali sayang bercambah di hati,
Moga abadi dalam kenangan.
Baunya hangit getah diobor,
Ganti pelita budak mengaji,
Di bawah langit bintang bertabur,
Di situ kita meneguh janji.
Bawa senjata memburu rusa,
Rimba diredah Tengku Mahkota,
Bila CINTA menawar rasa,
Bisulah lidah mengukir kata.
Kayu meranti di tengah segara,
Sangkut di karang teritip merata,
Rindu di hati tidak terkira,
Terkenang orang jauh di mata.
Sayang Mak Inang asyik menampi,
Puteri membaca kitab ramalan,
Siang terkenang malam termimpi,
Wajahmu berkaca dalam khayalan.
Di puncak gunung Pulau Kencana,
Bersarang tupai dua sebaya,
Bulan kurenung wajahmu di sana,
Hajat nak capai tiada upaya.
Pergi ke huma membawa raga,
Mencari temu di pinggir tubir,
Ketika purnama bertabir mega,
Bagai senyummu di balik tabir.
Datuk Hang Jebat mengaku raja,
Sambil bersenda berwajah garang,
Kasih tertambat padamu saja,
Rasa tak ada lain orang.
Anak gajah di tengah huma,
Belalai direndam di dalam air,
Seri wajah bagai purnama,
Membawa ilham kepada PENYAIR.
~Abdul Halim "R"
(Setaman Pantun Kenangan)
