Wednesday, 10 August 2016

DOA

Ehsan Google














Tuhan, di hadapan-Mu
Berseraklah rintangan dan bahaya
Jalanku mundur, gelap semata sekitar
Bimbinglah tanganku, tiada harapan
Selain karunia dan pertolongan-Mu
Selimuti kepala kami dengan kain-Mu
Sebab karunia-Mu melingkari sanubari
Dan kabar gembira-Mu meliputi lidah
Jika aku memohon, kumohon cuma ridha-Mu
Jika aku mengucap, puji-pujian atas-Mu
Yang kuulang-ulang terus
Semua orang merasa kurang, o Tuhan
Menginginkan barang-barang di luar dirinya
Dan aku sendiri merasa kekurangan
Karena apa yang ada padaku
Adalah karunia-Mu yang tak terhingga
Tiada lidah sanggup mengucap
Segenap pujian atas-Mu
Sorga sendiri bukan tempat bersenang-senang
Kalau di dalamnya tiada Kau
Bagaimana kebebasan bisa kuperoleh
Dan bisa selamat menyeberangi titian atas jurang
Jika hatiku tak diterangi cahaya
Jika tak cinta kepada-Mu
Tuhan, karuniai kami mata
Yang tak nafsu mandang selain Kau
Beri aku hati, yang kesukaannya tiada
Selain taqwa kepada-Mu
Jika tiba saatnya Kau bertanya
Tak akan lidahku sanggup menjawab
Jika pertimbangan-Mu mulai berlaku
Tiadalah padaku barang yang pantas ditimbang
Dan kalau Kau nyalakan api pembakaran
Tiadalah tubuh lemah ini bisa menahan siksa
Kami miskin, papa
Orang lain datang membawa hiasan pada-Mu
Berupa ketaatan
Tapi pada kami tiadalah ketaatan itu
Kami ini Muslim, faqir!
Hanya kemiskinan dan kefakiran milik kami
Inilah cuma yang akan kami bawa pada-Mu
Moga Kau menerimanya
Tuhan, Kau ada di depanku
Apalagi yang mesti kumohon?
Tak dapat aku melepaskan diri
Dari tatapan pandang-Mu
Apalagi yang mesti kusampaikan?
Semua orang ingin menatap-Mu
Tapi hamba-Mu yang sejati
Ingin Kau melihatnya
Dari-Mu lah segala keindahan ini
Hanya Kaulah yang indah
Yang lain buruk semua
Syuhada sejati memberi surga
Berupa taqwa kepada-Mu
Tuhan, malam perpisahan begitu gelap
Dan menakutkan
Tapi hatiku yakin
Fajar pertemuan telah dekat
Di haribaan Adam
Akan Kau letakkan mutiara suci
Dan kepada Iblis
Kau serahkan debu kehianaan

Anshari
Sastra Sufi Sebuah Antologi